Gempa kembali mengguncang wilayah Aceh Rabu, 7 Desember 2016 dengan berkekuatan 6.4 SR. Luka dari gempa 2004 silam kembali terbuka. Masih teringat jelas duka yang mendalam dialami warga Aceh dikala terguncang gempa bersekala 9.1 SR. Disusul dengan Tsunami setinggi 10 meter yang menjadikan aceh luluh lantak. Bangunan disekitarnya hancur berkeping keping namun hanya Masjid Baitul Rahman yang masih berdiri kokoh. Tak kala itu kini gempa berskala 6.4 SR pun membuat masyarakat berbondong bondong menyelamatkan diri. Waktu menunjukan sekitar pukul 05.30 disaat matahari mulai memunculkan sedikit cahayanya dan ketika masyarakat membuka mata, kepanikan yang lansung sontak menghampiri mereka, mereka beriringan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari runtuhan rumah rumah dan bangunan disekitarnya. Lokasi paling parah adalah di Kabupaten Pidie, Jaya.

Bukan hanya rumah tembok bangunan yang retak dan roboh tetapi sejumlah jenis fasilitas umum dan sekolah pun rusak parah. Salah satunya Sekolah Tinggi Islam, Jamalanga, Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam(NAD), Tembok bercat kuning pada bangunan ini retak-retak. Kemudian masjid masjid juga mengalami kerusakan sampai sebgaian bangunannya roboh. Meski demikian warga masih tetap khusyuk menunaikan ibadah shalat Subuh di Masjid. Bahkan ada puing-puin bangunan yang roboh masih berserakan di lantai masjid.

Menurut BMKG, gempa yang terjadi di Aceh Rabu pagi (7 Desember 2016) memiliki kekuatan 6.4 SR. Meski tak seberas gempa 2004 silam, namun skla 6.4 SR ini memiliki kekuatan yang cukup untuk menimbulkan kerusakan hingga 160 KM dari pusat gempa. Dan berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana sampai rabu siang, ada sekitar 52 korban meninggal yang sudah ditemukan. Ada seorang bocah meninggal karena tertimbun reruntuhan rumahnya. Sepasang suami istri pun turut menjadi korban karena tak sempat berlari keluar rumah. Sejauh ini pencarian terhadap korban masih dilakukan. Jadi masih tetap ada kemungkinan korban akan bertamabah. Masih banyak korban yang tertimbun reruntuhan dan belum berhasil dievekuasi. 



Hot News Trending Indonesia